Gatot Gunungkidul
Gatot,
sebuah makanan ringan atau jajanan khas gunungkidul. Gatot biasa
dikonsumsi untuk menemani acara minum teh atau kopi. Sering dihidangkan
untuk menjamu tamu yang berkunjung. Dulu, gatot dibuat untuk konsumsi
pribadi, namun sekarang sudah menjadi komoditi yang diperjual belikan.
Gatot dapat dijumpai di pasar-pasar tradisional atau pusat oleh-oleh
Gunungkidul.
Gatot
adalah makanan yang terbuat dari gaplek (ketela/singkong yang
dikeringkan) sama dengan tiwul. Ketela yang telah dikupas kemudian
dijemur untuk dikeringkan sehingga menjadi gaplek. Namun untuk membuat
gatot berkualitas, bukan sembarang gaplek yang dipakai. Para pedagang
gatot yang biasanya merangkap sebagai pembuat (produsen) menggunakan
gaplek yang (sengaja) dihujan-hujankan. Tujuannya untuk mendapatkan
warna hitam khas gatot. “gatot ingkang sekeco ingkang wernan’e ireng”
ujar mbah Mijem, salah satu penjual gatot di pasar Playen. Untuk
mengantisipasi musim kemarau, maka biasanya pembuat gatot mempunyai stok
bahan (gaplek yang kehujanan).
Cara
pembuatan gatot sangat sederhana. Gatot yang sudah kering direndam
selama 12 jam (semalam). Setelah dicuci bersih, gaplek dipotong
kecil-kecil sesuai ukuran gatot, kemudian ditanak/dikukus selama sekitar
2 jam. Setelah masak, gatot ditempatkan di suatu wadah yang lebar biar
cepat dingin. Untuk menghidangkan, gatot ditaburi dengan parutan kelapa
ditambah sedikit gula dan garam. Perpaduan rasa kenyal gatot bercampur
sedikit manis dan asin menambah eksotisme rasa makanan khas Gunungkidul
ini.
harga : Rp 25.000 (per bungkus)

k bisa minta resepnya k,,pengen banget buat sendriri..
BalasHapusDktour Jogja
kak jual tepung tiwul ga?
BalasHapusjadi kangen gunung kidul
BalasHapus